Jumat, 24 Februari 2012

Virgiawan Listianto (Iwan Fals)

Indonesia harus berbangga mempunyai musisi seperti Iwan Fals. Penyanyi balada yang selama ini dikenal sebagai 'corong' bagi rakyat kecil ini sukses menggambarkan kondisi sosial dan politik di Indonesia lewat lagu-lagunya. Hanya bersenjatakan sebuah gitar, Iwan sukses merangkul fans hingga jutaan dan menjadi salah satu figur publik paling disegani di Indonesia.

Virgiawan Listanto dilahirkan di ibukota Jakarta, 49 tahun silam. Masa kecilnya lebih banyak dihabiskan di kota Bandung. Ia juga pernah ikut salah satu saudaranya bermukin di kota Jeddah, Arab selama 8 bulan.

Bakat bermusik Iwan terasah ketika umur 13 tahun. Kala itu ia seringkali mengamen di jalan-jalan kota Bandung. Iwan melakukan hal tersebut bukan karena kekurangan secara materi, namun ia ingin belajar mandiri dan mengasah kemampunannya mencipta lirik lagu. Bahkan di sekolahnya semasa SMP, Iwan didapuk menjadi gitaris paduan suara sekolah.
Kesempatan pertama Iwan menjadi musisi profesional datang ketika seorang produser menawarinya untuk rekaman di Jakarta. Tanpa pikir panjang Iwan menerima ajakan tersebut dan menjual motor kesayangannya untuk biaya membuat master rekaman. Kala itu, Iwan bersama ketiga rekannya, Toto Gunarto, Helmi dan Bambang Bule tergabung dalam grup musik bernama Amburadul. Namun sayang, sesuai nama grupnya, album pertama Iwan tidak laku di pasaran. Ia pun kembali melanjutkan hobi lamanya, mengamen.

Sembari mengamen, Iwan rajin mengikuti berbagai festival musik. Ia sempat memenangkan sebuah festival musik Country dan festival musik humor. Iwan bahkan sempat kembali ke dapur rekaman dengan sebuah album humor yang dirilis oleh ABC Records. Namun album tersebut kembali gagal menembus pasar dan hanya dinikmati kalangan tertentu saja.
Setelah merilis 4-5 album yang tidak ‘bunyi’, peruntungan mulai mendatangi Iwan saat ia menggarap album bersama sebuah label bernama Musica. Di label ini lagu-lagu Iwan digarap dengan serius pada album Sarjana Muda.

Album Sarjana Muda banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Waktu siaran acara Manasuka Siaran Niaga di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI.Setelah cukup dikenal Iwan masih tetap mengamen. Kegiatan mengamennya ini dihentikan setelah cikal lahir.

Selama masa pemerintahan Orde Baru, Iwan kerap kesulitan untuk manggung. Konsernya seringkali dibatalkan oleh aparat berwajib karena lirik lagunya yang dinilai kritis dan mencela pemerintah.

Ketenaran Iwan mencapai puncaknya ketika bergabung dengan grup musik SWAMI pada tahun 1989 dan merilis album dengan nama sama. Lagu-lagu dari album tersebut, seperti bento dan Bongkar, menjadi superhits karena liriknya yang begitu mewakili keadaan rakyat kecil. Iwan pun dianggap sebagai semacam sosok pahlawan pembela rakyat kecil. Lalu pada tahun 1990, Iwan bergabung dengan grup musik Kantata Takwa bersama pengusaha besar Setiawan Djody. Berkat dukungan Djody, grup musik Kantata Takwa dikenal kala itu sebagai grup musik Indonesia yang selalu menyelenggarakan konser musik terbesar dan termegah. Hal ini ditambah lagi dengan kharisma seorang Iwan Fals yang makin lama makin terang sinarnya.

Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum ‘akar rumput’. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar di seluruh Nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktifitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang Oi dapat ditemui setiap penjuru Nusantara dan beberapa bahkan sampai ke mancanegara.

Lagu-lagu Iwan Fals sebagian besar menyoroti penindasan rakyat kecil oleh kaum-kaum ‘kelas atas’. Selain itu ada berbagai topik lain yang menjadi kegemarannya, yakni kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya tetapi juga sejumlah pencipta lain. Namun tidak hanya berkutat di politik dans osial, terkadang Iwan menunjukkan sisi lembut dan romantisnya di beberapa lagu . Salah satu yang paling ternama adalah lagu Kemesraan, yang diciptakannya bersama penyanyi Franky Sahilatua.

Selain menjadi musisi, Iwan juga menggeluti dunia bela diri. Gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989 pernah diraihnya. Ia sampai terpanggil masuk pelatnas dan mengajar karate di bekas kampusnya. Kegemarannya pada olahraga juga sempat mengantarnya menjadi kontributor sejumlah tabloid olah raga.

Iwan Fals menikahi Rossana, wanita yang selalu setia mendampinginya sejak masih menjadi musisi jalanan. Wanita yang akrab disapa Mbak Yos ini kini menjabat sebagai manajer Iwan.
Dari pernikahannya, Iwan dikaruniai tiga buah hati, yakni Galang Rambu Anarki (almarhum) , Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Rabbani. Kematian putra sulungnya, Galang, karena obat-obatan, sempat membuat Iwan Fals down dan berhenti berkarya selama beberapa tahun. Namun kecintaan Iwan untuk menyuarakan pikirannya lewat syair dan nada membuatnya kembali menggeluti dunia tersebut, hingga sekarang.
Sosok dan kharisma Iwan telah menjadi legenda, dan hingga saat ini pun dirinya masih rajin berkarya. Sunggu keteguhan hati yang pantas menerima sanjungan dari para generasi muda, dan menjadi panutan tentunya.

Biodata:
 
Nama lengkap                 : Virgiawan Listianto
Nama beken                    : Iwan Fals
Tempat / tanggal lahir   : Jakarta / 3 september 1961
Status                               : Menikah
Istri                                   : Rosanna (Mbak Yos)
Anak                                 :
  • Galang Rambu Anarki (almarhum)
  • Annisa Cikal Rambu Basae
  • Rayya Rambu Rabbani

Penghargaan:

  1. Juara harapan Lomba Musik Humor (1979).
  2. Juara I Festival Musik Country (1980).
  3. Gold record, lagu Oemar Bakri, PT. Musica Studio’s.
  4. Silver record, penyanyi & pencipta lagu Ethiopia, PT. Musica Studio’s.
  5. Penghargaan prestasi artis HDX 1987 – 1988, pencipta lagu Buku Ini Aku Pinjam.
  6. Penyanyi Pujaan, BASF, (1989).
  7. The best selling, album Mata Dewa, BASF, 1988 – 1989.
  8. Penyanyi rekaman pria terbaik, album Anak Wayang, BASF Award XI, 18 April 1996.
  9. Penyanyi solo terbaik Country/Balada, Anugrah Musik Indonesia – 1999.
  10. Presents This Certificate To Iwan Fals In Recognition Of The Contribution To Cultural Exchange Between Korea and Indonesia, 25 September 1999.
  11. Penyanyi solo terbaik Country/Balada AMI Sharp Award (2000).
  12. Video klip terbaik lagu Entah, Video Musik Indonesia periode VIII – 2000/2001.
  13. Triple Platinum Award, Album Best Of The Best Iwan Fals, PT. Musica Studio’s – Juni 2002.
  14. 6th AMI Sharp Award, album terbaik Country/Balada.
  15. 6th AMI Sharp Award, artis solo/duo/grup terbaik Country/Balada.
  16. Pemenang video klip terbaik edisi – Juli 2002, lagu Kupu-Kupu Hitam Putih, Video Musik Indonesia, periode I- 2002/2003.
  17. Penghargaan album In Collaboration with, angka penjualan diatas 150.000 unit, PT. Musica Studio’s – Juni 2003.
  18. Triple Platinum Award, album In Collaboration with, angka penjualan diatas 450.000 unit, PT. Musica Studio’s – November 2003.
  19. 7th AMI Award 2003, Legend Awards.
  20. 7th AMI Award 2003, Penyanyi Solo Pria Pop Terbaik.
  21. Penghargaan MTV Indonesia 2003, Most Favourite Male.
  22. SCTV Music Award 2004, album Ngetop! (pop) In Collaboration with.
  23. SCTV Music Award 2004, Penyanyi Pop Ngetop.
  24. Anugrah Planet Muzik 2004.
  25. Generasi Biang Extra Joss – 2004.
  26. 8th AMI Samsung Award, Karya Produksi Balada Terbaik.
  27. SCTV Music Award 2005, album pop solo ngetop Iwan Fals In Love.
  28. With The Compliment Of Metro TV.
  29. Partisipasi dalam acara konser Salam Lebaran 2005, PT. Gudang Garam Indonesia.
  30. Lagunya bersama {Swami} yang berjudul [Bongkar] menerima penghargaan 150 lagu terbaik sepanjang masa versi Majalah Rolling Stone peringkat 1.
Biografi lain:

Susi Susanti

Lucia Francisca Susi Susanti lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 11 Februari 1971. Pemain bulutangkis putri terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia ini ternyata sudah menyukai permainan bulutangkis sejak duduk di bangku SD. Dukungan orangtuanya membuat ia mantap untuk menjadi atlet bulutangkis. 

Ia memulai karir bulutangkis di klub milik pamannya, PB Tunas Tasikmalaya. Setelah berlatih selama 7 tahun di sana dan memenangkan kejuaraan bulutangkis tingkat junior, pada tahun 1985 ia pindah ke Jakarta. Saat itu ia kelas 2 SMP, namun telah berpikir untuk serius di dunia bulutangkis.

Di Jakarta, Susi tinggal di asrama dan bersekolah di sekolah khusus untuk atlet. Pergaulannya terbatas dengan sesama atlet, bahkan pacaran pun dengan atlet pula. Jadwal latihannya pun sangat padat. Enam hari dalam sepekan, Senin s.d. Sabtu mulai dari pukul 07.00 hingga pukul 11.00. Kemudian disambung lagi dari pukul 15 sampai pukul 19.00. Ada aturan tersendiri untuk makan, jam tidur, sampai tentang pakaian. Ia tidak diperbolehkan menggunakan sepatu dengan hak tinggi untuk menghindari kemungkinan keseleo. Untuk berjalan-jalan ke mall pun hanya bisa pada hari Minggu. Itu pun jarang dilakukan karena lelah berlatih.

Untuk menjadi juara ia memang harus selalu disiplin dan konsentrasi. Akhirnya ia pun menyadari dalam meraih prestasi memang perlu perjuangan dan pengorbanan. “Kalau mau santai dan senang-senang terus, mana mungkin cita-cita saya untuk jadi juara bulutangkis tercapai? Sekarang rasanya puas banget melihat pengorbanan saya ada hasilnya. Ternyata benar juga kata pepatah: Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian,” kata Susi mengenang.

Pada awal kariernya di tahun 1989, Susi sudah berhasil menjadi juara di Indonesian Open. Selain itu berkat kegigihan dan ketekunannya, Susi berhasil turut serta menyumbangkan gelar Piala Sudirman pada tim Indonesia untuk pertama kalinya dan belum pernah terulang sampai saat ini. Setelah itu ia pun mulai merajai kompetisi bulutangkis wanita dunia dengan menjuarai All England sebanyak empat kali (1990, 1991, 1993, 1994) dan menjadi Juara Dunia pada tahun 1993.

Puncak karier Susi bisa dibilang terjadi pada tahun 1992 pada saat ia menjadi juara tunggal putri cabang bulutangkis di Olimpiade Barcelona, 1992. Susi menjadi peraih emas pertama bagi Indonesia di ajang Olimpiade. Uniknya, Alan Budikusuma yang merupakan pacarnya ketika itu, turut menjadi juara di tunggal putra. Mereka berhasil mengawinkan gelar juara tunggal putra dan putri bulutangkis pada Olimpiade Barcelona. Media asing menjuluki mereka sebagai “Pengantin Olimpiade”, sebuah julukan yang terjadi menjadi kenyataan di kemudian hari.

Susi kembali berhasil meraih medali, kali ini medali perunggu pada Olimpiade 1996 di Atlanta, Amerika Serikat. Selain itu, Susi turut serta menorehkan prestasi dengan merebut Piala Uber tahun 1994 dan 1996 bersama tim Uber Indonesia, gelar yang telah lama lepas dari genggaman srikandi-srikandi kita. Puluhan gelar seri grand prix juga berhasil ia raih sepanjang karirnya..

Saat masih aktif menjadi pemain, Susi selalu berusaha menjadikan dirinya sebagai contoh yang baik bagi pemain lainnya. Ia sangat disiplin terhadap waktu latihan atau pun di luar latihan. Kiprah Susi Susanti di dunia bulutangkis memang luar biasa. Dalam setiap pertandingan, ia selalu menunjukkan sikap yang tenang dan tanpa emosi bahkan pada saat tertinggal jauh perolehan angkanya. Semangatnya yang pantang menyerah selalu berhasil membuat para pendukungnya yakin Susi akan memberikan usaha yang terbaik.

Walaupun telah puluhan gelar tingkat internasional ia raih, ada satu sikap yang tidak pernah hilang dari diri Susi Susanti. Ia selalu bersikap rendah hati dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Baginya, kekalahan bukanlah akhir dari segalanya, namun justru kesempatan untuk memperbaiki kemampuan dan menghindarkan dari sikap sombong. Sungguh satu sikap yang patut dicontoh oleh para generasi muda bangsa Indonesia!!

Biodata:
 
Nama      : Lucia Francisca Susi Susanti
TTL        : Tasikmalaya, Jawa Barat, 11 Februari 1971
Menikah: 9 Februari 1997  
Suami     : Alan Budikusuma
Anak       :Lourencia Averina (1999), Albertus Edward (2000), Sebastianus Frederick (2003)
Prestasi  :
  •   Hall of Fame dari International Badminton Federation (IBF), Mei 2004
  •   Herbert Scheele Trophy, 2002
  •   Medali Emas Olimpiade Barcelona, 1992
  •   Medali Perunggu Olimpiade Atlanta, 1996
  •   Juara Dunia pada World Championship, 1993
  •   Juara All England 4 kali (1990, 1991, 1993, 1994)
  •   Juara Piala Uber bersama tim Uber Indonesia 2 kali (1994 dan 1996)
  •   Juara Piala Sudirman bersama tim nasional Indonesia, 1989
  •   Juara World Badminton Grand Prix 6 kali (1990, 1991, 1992, 1993, 1994 dan 1996)
  •   Juara Indonesia Open 6 kali (1989, 1991, 1994, 1995, 1996, dan 1997)
  •   Juara Malaysia Open 4 kali (1993, 1994, 1995, dan 1997)
  •   Juara Japan Open 3 kali (1992, 1994, dan 1995)
  •   Juara Thailand Open 4 kali (1991, 1992, 1993, dan 1994)
  •   Juara Denmark Open 2 kali (1991 dan 1992)
  •   Juara China Taipei Open 2 kali (1991 dan 1994)
  •   Juara Korea Open, 1995
  •   Juara Dutch Open, 1993
Biografi lain:

Kamis, 23 Februari 2012

Bambang Pamungkas

Bambang Pamungkas atau lebih sering dipanggil 'BePe' lahir di Salatiga, Jawa Tengah pada tanggal 10 Juni 1980. Bepe adalah seorang pemain TIMNAS Indonesia. Saat ini ia bermain untuk PERSIJA Jakarta. Ia biasa berposisi sebagai penyerang/striker.

Meskipun tingginya hanya 171 cm, Bepe memiliki lompatan tinggi dan tandukan akurat. Salah satu pemain yang dikaguminya adalah salah satu rekannya dalam TIMNAS, yaitu Kurniawan Dwi Yulianto.

Ia mengawali karir di dunia sepak bola Internasional pada saat ia masih menjadi remaja dengan berhasil mendapatkan gelar pemain terbaik Piala Haornas, yaitu kompetisi untuk remaja.

Selain itu Bepe pernah juga bermain untuk klub Selangor FC yaitu salah satu klub ternama di Malaysia. Di Malaysia, Bambang Pamungkas berhasil meraih berbagai macam gelar, diantaranya yaitu Top Score Selangor FA, FA Cup Malaysia Top Scorer dan Player of the Year yang semuanya direbut pada tahun 2005 saat membela tim Selangor FC.
  
Bambang Pamungkas merupakan pemegang rekor sebagai pemain terbanyak untuk Indonesia saat ini. Dengan 77 penampilan dan 36 gol sesuai dengan pertangdingan kategori A FIFA, tetapi jika pertandingan NON-FIFA maka penampilan Bambang adlah 88 dengan 42 gol.

Biodata:
  • Nama Lengkap   : Bambang Pamungkas
  • Nama Panggilan : Bepe
  • TTL                      : Salatiga, 10 Juni 1980
  • Agama                  : Islam
  • Nama Ayah         : H. Misranto
  • Nama Ibu            : Hj, Suriptinah
  • Nama Kakak       : Agus Handoko, Misranto, Agus Budhi Suseno, Tri Agus Prasetijo, Eni Kusumawati, Nanik Setyowati
  • Nama Adik          : Dyah Ernawati
  • Nama Istri          : Tribuana Tungga Dewi
  • Nama Anak         : Salsa Alicia, Jane Abel, Syaura Abana
  • Cita-cita               : Guru dan Chef
  • Pendidikan          : TK Bangun 1 Getas Semarang, SD Negeri Kauman Lor 3 Getas Semarang, SMP Negeri 1 Salatiga, SMA Negeri 1 Salatiga, STIE Rawamangun (hanya 2 semester)
  • Hobi                    : Baca buku dan memasak
  • Saran                  : "Bagi pemain-pemain junior 'JANGAN PERNAH BERHENTI UNTUK BERMIMPI' karena mungkin suatu saat nanti, mimpi kalian akan menjadi kenyataan.. Keyakinan, kerja keras dan doa akan membantu kalian untuk mewujudkan mimpi itu.. mungkin saat ini, kami para senior yg membela nama Bangsa tetapi bisa jadi suatu saat nanti kalian yg akan berjuang mengenakan seragam Merah Putih, karena Tim nasional itu milik seluruh rakyat Indonesia siapapun mempunyai hak untuk menjadi pemain nasional, tentunya sesuai dengan kemampuannya, oleh karena itu persiapkan diri sebaik mungkin..."
Biografi lain: